Friday, April 26, 2013

Bagaimana Kamu?

Baru beberapa hari ngga ngepost aja rasanya udah gatel pengen cerita ini itu. Tapi ya biasa, kalo ngga stuck depan laptop ya bingung mau cerita apa. Mehehe. Cerita sedikit tentang pengalaman kemaren melalui media sosial twitter. Dini hari kemaren, saya sempat bikin tweet yang boleh dibilang menggambarkan tentang sifat saya yang sebenarnya. Begitulah saya kerap kali berkicau ditweet bahkan sampai hal-hal yang keliatannya random pun. Terserah yang baca mau bilang apa. Yang kemudian ditanggapi oleh teman twitter saya, yang reply-an dia bikin saya sedikit tercengang. Begini kurang lebihnya;

F : Emang gitu orangnya (agak) gila. (agak) nyolot. (agak) centil.  Iya kan? Iya.
S : Bukan gila tapi imajinatif & kreatif. Bukan nyolot tapi argumentatif. Bukan centil, Cuma terlalu kecewean.
F: Ah, really? Sweet Saffa! I fave this tweet, you know me saff.
S : Iya sok aja, asal kedepannya terus inget bahwa kita di mata orang lain terkadang lebih bagus dari kita di mata kita sendiri.

Begitulah percakapan singkat tengah malem saya dengan teman saya, Saffa. Saya sudah lama kenal saffa walaupun tidak terlalu dekat. Yang saya suka dengannya, dia masih saya anggap kecil karena seumuran adik saya, dia temen SD-SMPnya adik saya. Usianya 17 tahun,  tapi pikirannya sudah jauh lebih maju dari saya yang sudah 22 tahun. Kaget sebenernya pas saya baca tab mention malam itu. Antara malu dan malu banget. Tapi selebihnya bersyukur, karena berarti masih ada yang memandang saya jauh lebih positif.

Kritis! Dia buka pikiran saya. Sekali lagi, jelas kedewasaan tidak selamanya berbanding lurus dengan angka usia kita. Ini salah satu fakta kecilnya. Kedewasaan itu bagaimana kita berpikir, memandang sesuatu, menilai seseorang atau suatu permasalahan, atau bagaimana cara bertutur kata, bersikap.You open my mind, thank you saff.

Kita di mata orang lain terkadang lebih bagus dari kita di mata kita sendiri. -@assysaffa

***

Pernah beberapa kali gagal dalam ujian? Saya pernah.

Pernah ditegur dosenmu tentang cara berpakaian? Saya pernah.

Atau pernah dikomentari tentang sikap dan nada bicaramu? Saya pernah.

Dan lulus ujian yang bahkan seharusnya telah kamu selesaikan sejak satu tahun yang lalu itu.. perjuangan sekali ya. Subhanallah.Alhamdulillah.

Oke, poin yang akan saya tekankan disini adalah Jika kamu tidak sekali gagal melakukan sesuatu pada satu objek yang sama apa yang kamu rasakan? Sedikit bersedih itu wajar. Tapi apa lantas kamu kecewa dengan TuhanMu? Jangan cepat mengeluh ya. Jangan cepet berprasangka buruk pada TuhanMu hanya karena kamu menganggapnya tidak mengabulkan doamu.

Pun saya sempat sampai berpikiran bahwa orang-orang akan menilai saya bodoh atau gimana. But, I don’t care what they say about me. Memang mereka siapa. Tuhan? Yang penting percayalah, TuhanMu Maha Baik. Dia punya rencana indah dibalik semua ujian yang Dia beri untuk kamu. Yakin dia sedang merencanakan yang terbaik saja. Dan berhenti memikirkan dirimu yang negative ya!

Jangan suka menilai dengan pandangan hanya dari apa yang dirimu sendiri alami. Hidup ini, tak hanya apa yang ada di kepalamu. Begitu banyak manusia lain yang hidup dengan caritanya masing-masing dan menjalaninya dengan kekuatannya sendiri-sendiri. -falafu



Note:

Hari ini salah satu tokoh agama di negara kita meninggal dunia. Temen-temen, yuk sempatkan kirim Al-fatihah untuk beliau. Semoga tenang. Allah sayang Uje.

No comments:

Post a Comment