Tuesday, September 10, 2019

Cerita Keguguran

Tuesday, September 10, 2019

Source: Pinterest
Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Hi, I wasn't sure I really wanted to write this one. Apalagi perlu sekian waktu untuk menguatkan diri sendiri dan bangkit dari kesedihan after my miscarriage. But, then I realize, it's really the even that strong enough to leave a memory in life. That pushed me to trough this strongly, then I should share..

Sebagian teman-teman dekat mungkin sudah tau kalau saya pernah mengalami keguguran, yang disebabkan oleh Blighted Ovum (BO). BO adalah kehamilan kosong yang bisa terjadi pada siapa saja, dimana terbentuknya kantung kehamilan, tetapi tidak terdapat embrio di dalamnya. Kondisi ini terjadi apabila sel telur di dalam rahim sudah dibuahi, tapi tidak berkembang ke tahap selanjutnya menjadi embrio (bakal janin). Ini bukan merupakan masalah kesehatan atau karna penyakit. Hanya memang sel telur dan sel sperma yang bertemu tidak mengalami pembuahan yang sempurna. CMIIW

Saya dan suami menikah awal Maret 2018, dan menjalani Long Distance Marriage (LDM) Jakarta-Bengkalis, Riau sebelum saya akhirnya memutuskan untuk ikut suami ke Riau akhir tahun lalu. Sampai pada awal Mei 2019, saya telat haid. Tapi saya tidak mau langsung berpikir kalau saya sedang hamil, saya mempersiapkan hati dengan tidak terlalu berharap banyak. Mencoba tetap tenang walaupun harap2 cemas dan atas saran suami saya tidak langsung menggunakan tespack. Kenapa? Pertama, karna beberapa bulan yang lalu siklus menstruasi saya memang lebih panjang dari biasanya, pernah telat sampai 5 hari. Kedua, saya beberapa kali menggunakan tespack dan hasilnya negatif. Kebayang dong bagaimana rasanya? Jadi saya memutuskan untuk menggunakan testpack semingguan setelah telat haid.


Setelah tespack, betapa terkejutnya saya melihat garis dua yang sangat jelas. Rasa haru dan syukur mengindahkan hari itu alhamdulillah. Dua kali saya tespack dihari yang berbeda, hasilnya tetap sama. Penantian selama ini Allah jawab. Karna posisinya saya sedang di rumah mertua (di kampung), saya dan suami langsung menjadwalkan untuk pulang ke rumah kami di Pekanbaru dan pergi ke dokter obgyn disana.

Kami memilih dokter senior yang praktek di sebuah RSIA di Pekanbaru. Saat kontrol pertama, yang ditanya dokter adalah kapan hari pertama menstruasi terakhir (mungkin mayoritas dokter akan bertanya ini ya? Jadi jangan malas untuk mencatat tanggal-tanggalnya). Dokter memberikan 4 jenis obat, diantaranya asam folat dan penguat janin. Saya pun tidak merasakan mual dan muntah. Hanya badan terasa lemas. Beberapa minggu setelah kontrol pertama, saya mengalami flek. Yang membuat khawatir, karna darah flek semakin lama semakin banyak. Saya memutuskan untuk kembali ke dokter untuk konsultasi. He explained that he was fairly certain we were experiencing what they call a blighted ovum/BO. Saat itu juga dokter menyarankan minum obat peluruh. Karna saya dan suami belum yakin untuk meminum obat peluruh, dokter pun memberi obat penguat janin lagi. Shocked! I had never heard of it, but after countless hours spent researching, I now know..

Tidak puas dengan dokter yang pertama, kami mencari second opinion ke dokter lain. Kami memilih dokter obgyn di sebuah rumah sakit swasta di Pekanbaru. Stelah di USG, dokter kedua ini menyarankan saya untuk USG transvaginal (yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya) untuk melihat lebih jelas apa yang ada di dalam rahim. Pembawaannya lebih menenangkan, Beliau menjelaskan dengan lebih detail sehingga kami bisa menerima. Beliau bilang, 30% wanita hamil mengalami hal seperti ini, dan ini bukan salah saya ataupun suami. Jadi kami diminta untuk tetap berpikir positif agar proses keguguran dan pemulihannya cepat dan lancar. Beliau pun tidak buru-buru menyuruh saya meminum obat peluruh, perkiraan dokter dalam kurun waktu beberapa hari tubuh akan berusaha mengeluarkan sendiri dengan indikasi pendarahan yang saya alami.

Dua hari setelah itu, saya mengalami kram perut disertai pendarahan semakin banyak dan keesokan harinya dia luruh berbentuk gumpalan darah besar, usia kandungan 9w. Kami harus mengikhlaskan semuanya. Sore harinya, saya kembali ke dokter yang kedua untuk cek. Kemudian saya di USG, disitu terlihat masih ada jaringan yang tersisa sehingga saya diresepkan obat peluruh untuk membersihkan rahim, serta vitamin penambah darah untuk 1 bulan. Dokter menyarankan saya untuk bedrest, karna bertepatan dengan lebaran Idul Fitri saya dan suami memutuskan untuk membatalkan mudik ke Cilegon. I cried so many tears over the next few days. Belakangan saya tau, bahwa di dalam istilah medis tidak ada yang namanya janin tidak berkembang, yang ada adalah Blighted Ovum.

Percayalah mudahnya saya menulis ini tidak sebanding dengan mudahnya saya menerima kejadian. tersebut. Saya sangat sedih dan kecewa tapi justru itu yang semakin menyadarkan saya bahwa rezeki anak bukanlah semata kemampuan/keinginan kita. Lebih dari itu banyak hikmah dibalik semua rencana-Nya.

Dukungan dari suami, keluarga dan teman-teman sangat membantu proses pemulihan. Bahkan saya sempat membuat ask question di IG story tentang 'Keguguran' dan banyak teman-teman merespon kalau mereka pernah mengalami kejadian serupa, termasuk seorang teman yang sedang hamil 8 bulan, bayinya meninggal di dalam perut karna kelainan kromosom. Juga ucapan dari seorang teman yang pernah mengalami 3 kali gagal dalam kehamilannya, ‘Jangan kecil hati kalau keguguran, karna diluar sana banyak yang mengalami dan lebih berat dari kamu. Pokoknya harus selalu semangat dan positive thinking.’ Now, inshallah I can survive!

Saya terharu, banyak yang sayang, banyak yang peduli, banyak yang mendoakan, banyak yang support untuk segera bangkit dari kehilangan ini. Dan benar, yang bisa manusia lakukan hanya berdoa dan berusaha. Selebihnya percaya saya, Allah sudah mempersiapkan rencana lain yang lebih indah untuk kita.

Semangat ya untuk semua teman-teman yang sedang ikhtiar untuk memiliki keturunan. Semoga Allah selalu bersama dalam setiap langkah baik yang kita lakukan. Aamiin

Wassalamualaikum Wr.Wb.

21 comments:

  1. Dukungan dari suami, keluarga, dan sahabat memang sangat dibutuhkan saat momen ini. Turut sedih...tapi Allah sudah mengaturnya semoga mendapatkan yang terbaik

    ReplyDelete
  2. Tuhan tidak akan memberikan ujian melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Terima kasih sudah berbagi ya mbak, pasti tidak mudah rasanya menulis hal seperti ini. Semoga mbak dan keluarga diberi kesehatan selalu :)

    ReplyDelete
  3. Sabar ya Mbak, adek saya juga pernah keguguran dua kali. Tapi alhamdulillah sama Allah malah dikasih kembar. Semoga ikhtiarnya berhasil ya. Amin

    ReplyDelete
  4. Sabar ya mbak, insyaallah akan diganti Allah SWT lagi nantinya. Teman saya juga ada yang pernah BO tapi sekarang Alhamdulillah udah punya baby yang lucu. Tetap semangat dan berusaha mbak. 😊

    ReplyDelete
  5. Perjuangan banget untuk dapat mempertahankan, tapi Allah berkata lain. Pastinya rasa sedih menghampiri namun kekuatan sabarlah yang dapat menguatkan diri. Jadi pengalaman juga ya saat mengatasi gangguan saat kehamilan.

    ReplyDelete
  6. Masya Allah . I feel you mba. Kehamilan memang sesuatu hal Yang diharakan oleh newly marriage tapi bukan satu satunya :' insya Allah Allah memberi pengganti di waktu yg tepat, hasil tidak Akan mengkhianati ikhtiar

    ReplyDelete
  7. Aamiin... Ingat dulu juga pernah mengalami saat kehamilan pertama di usia pernikahan yang menginjak tahun kelima, dan rasanya itu kadang pengin kayak menyalahkan diri, apa kurang hati-hati atau gimana :(.

    ReplyDelete
  8. Mba pelukkk insyaAlloh jalan yang terbaik sudah dipersiapkanNya..sabar ya mba tp kejadian ini inget rekan kerja justru ga mau hamil eh minum jamu peluruh kasian janinnya padahal masih banyak orang yang pengen punya keturunan lagi ;(

    ReplyDelete
  9. Masya allah, qodarullah wa ma syafa'ala. Bersabar dengan rencana Allah yang lebih indah ya, mbak. Sering dengar cerita teman2 yang mengalami BO juga, tapi insyaallah akan segera digantikan lagi. Cheers :)

    ReplyDelete
  10. Ya Allah terima kasih sudah berbagi Mba. InsyaaAllah Allah akan ganti 🤗. Tetangga saya awal hamil juga keguguran. Alhamdulillah yang kedua dan ketiga lancar. Beliau sudah punya 2 anak yang sudah berjalan semua. Semangat trus Mba 🤗

    ReplyDelete
  11. Aku terharu.. dpt cerita pengalaman lagi yg bermanfaat buatku.. tapi mba ga dikuret kan ya? aku paling takut ngalamin yg namanya kuret itu karena ngebayanginnya aja ngilu.. hiks

    ReplyDelete
  12. Semoga lekas diberi pengganti ya mbak. Banyak-banyakin sabarnya. Meskipun belum pernah ngalami, tapi mamaku dulu juga pernah keguguran sampai 3x.
    Semangat mbak💪💪

    ReplyDelete
  13. Amiin. Semoga kesempatan terbaik itu segera menghampiri saya juga. Secara usia saya sudah tua.tapi saya percaya kalua sudah kehendak Allah, hamil pasti baik biak saja...

    ReplyDelete
  14. Semangat ya mbak semoga segera diberikan lagi hadiah dari Allah, saya belum menikah dan ingin sekali segera menikah dan punya baby, semua ada masanya, saya percaya waktu itu akan datang

    ReplyDelete
  15. Nggak ada kata-kata yang lebih menggambarkan hal itu selain "Kamu kuat, Sis!". Kamu bahkan keren sampai bisa sharing pengalaman kek gini. Tetap semangat dan percaya kalo Allah baik ya, Sis 💖

    ReplyDelete
  16. Aku merinding bacanya. Yang kuat ya kak, tetap semangat dan percaya Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya, pasti ada hikmahnya dibalik kejadian ini.

    ReplyDelete
  17. Tetap semangat ya mbaa.. ikhtiar sambil terus berdoa semoga one day dititipkan Allah amanah buah hati yang sehat dan juga sholeh/ah.. aamiin

    ReplyDelete
  18. Hal yang sangat berat, tapi mbak masih berkenan berbagi cerita. Apapun yang terjadi harus yakin nggak ada yang diluar kuasa-NYA. Semoga kejadiannya yang mbak alami bisa semakin meningkatkan takwa. Doa yang terbaik buat mbak dan keluarga ya, semoga segera diganti hari-harinya dengan berita2 bahagia. InsyaAllah...

    ReplyDelete
  19. Sabar ya Mbak, semoga diberikan kesempatan utk bisa segera hamil lagi dengan sehat dan bahagia. Saya juga masih dalam masa ikhtiar utk mendapatkan keturunan di usia pernikahan otw ke 7 tahun, harus terus semangat ikhtiar, yakin yang terbaik akan diberikan oleh Allah Ta'ala.

    ReplyDelete
  20. Insya Allah secepatnya digantikan Allah ya Mba.. Saya dulu telat dapat anak. Alhamdulillah sekarang sdh punya 2 putri yang jarak lahirnya berdekatan banget.. akhirnya rempong sendiri dan kanget pacaran after merit 😭😭

    ReplyDelete
  21. MasyaaAllah fisaaaa. Dah lama ga ngobrol ternyata kamu dapat ujian, huhu. Peluuuk. InsyaaAllah diberikan yang terbaik setelah ini, Allah indeed the best planner. Peluk lagiii..

    ReplyDelete

Design by saturday love sunday